Dekan Fakultas Teknik Mendapat Hadiah Ulang Tahun Dengan Dibukanya Magister Teknik Sipil

 

Dr. Ir. Entin Hidayah, MUM, Dekan Fakultas Teknik Universitas Jember

Universitas Jember (UNEJ) membuka program studi baru Magister Teknik Sipil, pembukaan yang akan dilaksanakan melalui jalur semester genap ini bersamaan dengan beberapa program studi multidisiplin dan monodisiplin lainnya.

Saat ditemui diruang kerjanya Dr. Ir. Entin Hidayah, MUM, Dekan Fakultas Teknik Universitas Jember cukup bahagia atas dibukanya Magister Teknik Sipil dibawah naungan fakultas yang dia pimpin.

“saya cukup bahagia, karena saat surat  pengantar dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi benomor 4538 / A4 /HK/ 20016 tersebut ada dimeja saya, bertepatan pula tanggal 15 Desember tahun ini saya ulang tahun, ini hadiah dan salah satu anugerah besar yang pernah saya terima, yang juga merupakan hadiah untuk civitas akademika Fakultas Teknik”, katanya.

Ia menjelaskan, program studi ini kan masih baru, kami berupaya semaksimal mengembangkan perbaikan fasilitas, rancangan pembelajaran mata kuliah yang akan di terapkan dalam kurikulum pembelajaran dan hasil akhir lulusan yang diharapkan bersama tim taskforce sebagai planner center. Mudah-mudahan ke depan Program Studi Teknik Sipil  Fakultas Teknik saat ini menjadi trendcenter dan menjadi unggulan kedepannya”, ungkapnya.

Entin menambahkan capaian pembelajaran Prodi Magister Teknik Sipil tersebut agar  diharapkan sesuai rencana.

“untuk capaian pembelajaran Magister Teknik Sipil diharapkan sesuai planning dengan memiliki semangat serta kemampuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu untuk merancang dan melaksanakan di bidang Teknik Sipil dalam kerangka pengelolaan bencana, eksperimen di bidang Teknik Sipil, melakukan analisis dan interpretasi hasil eksperimen serta menggunakanya untuk menyelesaikan masalah ketekniksipilan yang kompleks. Serta mampu untuk mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan pengelolaan bencana serta mengimplementasikan ilmu dan teknologi teknik sipil untuk menyelesaikannya dengan memperhatikan implikasinya bagi lingkungan dan masyarakat”, tambahnya.

Lulusan doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan mengikuti Program sandwhich like di Technology University of Graz Austria and National Technology  University of Athens, Yunani tahun 2011 ini juga akan menyiapkan sumber daya manusia dosen yang berkualitas untuk memenuhi target pembelajaran dan terbentuknya Program Pascasarjana serta menjamin lulusan yang berkualitas.

“untuk saat ini kita sudah menyiapkan tenaga pendidik 13 orang doktor baik lulusan dalam maupun luar negeri yang sesuai kebutuhan mata kuliahnya. Adapun doktor-doktor tersebut adalah sebagai berikut; doktor ahli geotek Farid Ma’ruf, Ph.D lulusan Saitama Jepang, Dr. Entin Hidayah ahli pengelolaan sumber daya air lulusan ITS Surabaya,  Dr. Gusfan Halik ahli hidrologi dan climate change lulusan ITS Surabaya,  Sri Wahyuni, PhD ahli hidrologi dan air tanah lulusan Yamanashi Jepang, Dr Anik Ratnaningsih ahli manajemen konstruksi lulusan ITS Surabaya, Dr. Dewi Junita ahli urban planning lulusan ITS Surabaya, dan Dr. Yeny Dokhikah ahli teknik lingkungan yang juga lulusan ITS Surabaya. Enam ahli lainnya adalah resource sharing dengan fakultas lain di lingkungan Universitas Jember yaitu antara lain; Prof. Syamsul Ma’arif mantan kepala BNPB ahli penanggulangan bencana, Prof. Indarto ahli spasial analisis, Dr. Heru Ernanda ahli manajemen asset, Khairul Anam, Ph.D ahli artificial intelligence, Dr. Fatkhur ahli matematika, dan Dr. Alfian ahli statistik.

Dekan dengan penelitian disertasi berjudul ”Model Disagregasi Data Hujan Temporal Dengan Pendekatan Bayesian Sebagai  Input Pemodelan Banjir” ini juga mengungkapkan bahwa mahasiswa S2 sejak awal harus sudah merancang topik penelitian yang akan digunakan untuk thesisnya. Hal tersebut didapatkan dari setiap mata kuliah yang diambil sejak awal semester yang terus diintegrasikan dengan mata kuliah lain sehingga bisa diakumulasikan menjadi thesis. Dimana mahasiswa akan mendapatkan pembimbing sebelum dan saat proses penulisan thesis. Output lainnya mahasiswa diharuskan mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional.

“ada tesis yang merupakan hasil riset dan juga publikasi jurnal yang mulai awal harus kita latih untuk menyikapi aturan terbaru dari Permendikbud No. 49 Tahun 2016 tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang mewajibkan mahasiswa S2 harus mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional. Calon mahasiswa yang diharapkan adalah selain dari mahasiswa fresh graduate S1 akan tetapi juga dari staf instansi terkait yang merupakan stakeholder di bidang ketekniksipilan, sehingga alumninya terampil menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat” ungkapnya.

Ibu dekan yang memiliki pendamping seorang dokter ahli penyakit dalam ini menyatakan cukup optimis dalam pembukaan Magister Teknik Sipil yang memiliki ruang lingkup bidang kebencanaan, hal tersebut dikarenakan daerah tapal kuda memiliki banyak titik rawan bencana dan disana kajian infrastruktur yang dibahas luas.

“saya cukup optimis dengan dibukanya Magister Teknik Sipil dengan bahan kajian kebencanaan, Kenapa kok teknik sipil yang berkaitan dengan kebencanaan, karena di daerah tapal kuda cukup banyak titik-titik rawan bencana dan disana banyak kajian infrastruktur yang akan dibahas juga cukup luas”, katanya.

Entin mencontohkan Magister Teknik Sipil yang berkaitan dengan kebencanaan diantaranya adalah erosi, banjir, gempa, dan tanah longsor dengan mengedepankan kajian struktur tahan gempa, dengan teknik bangunan beton ringan, struktur jembatan jalan dan bangunan air, dengan trik bagaimana lulusan magister teknik sipil bisa mengaplikasikan kontruksi tahan bencana serta pembuatan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System).

Entin menambahkan pada Magister Teknik Sipil akan diperdalam tentang assessment dan mitigasi bencana seperti diatas. Di Program Magister ini tidak hanya membahas rekonstruksi saja, namun Entin mengungkapkan banyak yang akan dibahas habis dalam perkuliahan nantinya termasuk mengenal bencana, rekonstruksi serta mengatur manajemen hasil akhir kebencanaan.

“Tidak hanya membuat kontruksinya saja, akan tetapi mata kuliah yang akan kita ajarkan adalah mulai pengelolaan bencana alam, rekonstruksi pasca bencana, manajemen aset infrastruktur, early warning system, asesmen dan mitigasi kerawanan bencana, dimana semua mata kuliah tersebut terdistribusi pada mata mata kuliah wajib dan peminatan”, tambahnya.(ysk/hr)